Senin, 05 Desember 2011

Lebih Merdu Mana??

Waktu lagi cari inspirasi untuk pelayanan musik aq ketemu artikel ini..
wah Tuhan tau banget hatiku.. :"> soalnya aq selalu bertingkah seperti MUSA yang slalu bilang aq ga bisa Tuhan, aq ga punya talenta itu Tuhan, aq ga mampu, siapa sih aq..(wkwkwk..kalo lagi melow mode on..atau mau pelayanan begitulah..harus menghadapi pikiran2 di otak ini...>.<)

Nah...pas banget nih ketemu artikel ini..hiks..jadi terharu..n jadi terpacu...untuk ga menyerah..
coba deh dibaca..^.^ ini kesaksian dari Bapak Welyar Kauntu (composer ‘Walau Seribu Rebah’, and many more)

Beliau bercerita dalam satu kunjungan ke panti asuhan, saat pujian penyembahan dinaikkan, beliau memainkan gitar dan menaikkan suatu pujian bersama-sama anak panti asuhan tersebut. Siapa dong yang tidak kenal the golden voice nya beliau…
Kesaksian Welyar Kauntu
Tapi Tuhan menyuruh beliau untuk memperhatikan seorang anak di pojokan yang sedang berusaha ikut menyembah Tuhan. Anak ini gagu, bicaranya tidak jelas, mungkin penderita bisu tuli. Kalimatnya hanya terdengar seperti kumpulan huruf vokal saja tanpa konsonan “aaa…uuua …iiiiaaa…aauu.” dengan nada yang fals habis.

Tapi dia menyanyi segenap hati, bahkan airmata pun menetes membasahi wajahnya.
Saat itu Tuhan berbicara kepada  Bapak Welyar Kauntu.. ”Ditelinga-Ku apa yang anak ini nyanyikan sangat merdu sekali, jauh lebih merdu dari apa yg engkau nyanyikan”. Bagi manusia, perkataan anak itu tidak dapat dimengerti.
Tapi Tuhan sangat mengertievery single word.
Ditelinga manusia anak ini jelek sekali menyanyinya dan tidak ada merdu-merdunya sama sekali.
Di telinga Tuhan suara anak ini merdu sekali. Karena ia menyanyi dgn hatinya.
Mungkin kalau ada kontes “Heaven Idol” dan Tuhan menjadi jurinya, anak ini akan menjadi pemenangnya.
For the Lord sees not as man sees…
Mari kita belajar memandang seperti Tuhan memandang.
Bagi Tuhan, ‘hati’ itu adalah segalanya. Bukan kemasannya. Oleh sebab itu mari kita menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

Tuhan Yesus memberkati.

nb : oya..saranku..bukan berarti kita ga perlu berlatih untuk membrikan suara yg terbaik.. :p.. tapi lebih kita jangan terlalu rendah diri dan tidak layak untuk bernyanyi untuk Tuhan..
ttp semangat memuji dan menyembah Nya dan memberikan yang terbaik ya guys..^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar